Monday, 1 April 2019

Brachycephalus ephippium: Katak Spesies Baru yang Bisa Berpendar dalam Gelap

Para ilmuwan baru saja menemukan katak kecil yang memiliki keunikan tersendiri di hutan hujan Brasil. Katak mungil itu memiliki kerangka neon yang menyala dalam gelap.


Menyalanya tulang katak ini bukan tanpa alasan, mereka menggunakannya untuk berkomunikasi satu sama lain. Para ilmuwan berpikir, hewan yang diberi nama katak labu (Brachycephalus ephippium) tersebut menggunakan tubuh mereka yang berinar untuk memberi sinyal kepada sesamanya atau memperingati pemangsa bahwa mereka beracun untuk dimakan. 

Hewan dengan kerangka neon bukan hanya katak ini saja. Binatang seperti laba-laba, bunglon, dan beberapa burung juga memiliki kemampuan yang sama.

"Pola-pola neon itu hanya terlihat oleh mata manusia di bawah lampu ultraviolet (UV)," ungkap Dr Sandra Goutte, peneliti dari Universitas New York Abu Dhabi dikutip dari The Independent.

"Namun, penelitian lebih lanjut tentang perilaku katak ini dan pemangsa mereka diperlukan untuk menunjukkan fungsi asli dari sinar unik tersebut," imbuhnya. 

Meski begitu, pendaran cahayanya hanya terlihat pada bagian tubuh mereka di mana lempeng bertulang terletak di bawah kulit yang sangat tipis. Hal ini terjadi karena kurangnya sel-sel pigmen gelap sehingga memungkinkan cahaya untuk melakukan perjalanan dengan mudah melalui kulit. 

Inilah yang membuat fluoresensi atau pendaran cahaya tulang dipantulkan kembali dan muncul sebagai bercak putih kebiruan. 



Ilmuwan membandingkan fluoresensi katak tersebut dengan spesies lain yang berkaitan erat untuk menunjukkan tulang mereka mengeluarkan cahaya yang relatif cerah. Pada burung beo dan laba-laba, cahaya serupa telah terbukti memainkan peran dalam komunikasi seksual. 

Begitu pula saat para ilmuwan menemukan paruh puffin yang berwarna cerah juga bersinar di bawah sinar UV yang dianggap berperan dalam menarik lawan jenisnya.


Sumber:
kompas

No comments:

Post a Comment