10 Kematian Hewan Paling Misterius Di Dunia

Kematian hewan bisa disebabkan karena beberapa hal seperti usia, penyakit, cuaca, manusia atau bisa karena predator. Namun ada beberapa kejadian dimana para hewan meninggal tanpa diketahui apa penyebab kematian mereka dan juga jumlah hewan yang mati sangatlah banyak. Pada artikel berikut ini ada beberapa kasus kematian hewan yang menjadi misteri sampai saat ini. Penasaran? Inilah 10 kematian hewan paling misterius di dunia.

10. Cumi-Cumi Humboldt




Salah satu hewan yang masih dipelajari oleh ilmuwan sampai saat ini, cumi-cumi Humboldt. Tinggal di kedalaman 200-700 meter di bawah permukaan laut, hewan ini memiliki tubuh besar berwarna merah dengan ukuran sekitar 1,8 meter dan memiliki tangan yang kuat, cumi-cumi Humboldt diberi nama lain The Red Devils. Dengan kedalaman sejauh itu membuat para penyelanm tidak dapat menyelam dan mempelajari cumi-cumi tersebut.

Yang membuat hewan tersebut semakin misterius adalah ketika cumi-cumi Humboldt ditemukan terdampar di salah satu pantai di California pada Januari 2005. Sangat aneh jika hewan yang tinggal di laut yang dalam bisa muncul di pantai. Para ilmuwan menduga bahwa cumi-cumi Humboldt mengalami gangguan mental yang disebabkan karena keracunan makanan. Namun dugaan tersebut masih belum bisa terbukti.

9. Antelop Saiga


Antelop Saiga merupakan hewan yang telah menjadi hewan yang keberadaanya mulai terancam karena jumlahnya yang sudah semakin sedikit. Yang membuatnya menjadi semakin pusat perhatian adalah karena kematian massalnya yang terjadi pada Mei 2015. Sebanyak 134.000 ekor Saiga dari 257.000 ditemukan telah meninggal secara misterius. Ada sebuah dugaan bahwa penyebab dari kematian misterius dari Saiga adalah karena bakteri. Namun sangat tidak mungkin bakteri dapat menyebabkan kematian Saiga yang begitu besar.
8. Udang
udang merah


Betapa terkejutnya para warga yang tinggal Coronel, Chile ketika menemukan pantainya telah berubah warna menjadi merah. Warna merah tersebut bukan disebabkan karena darah manusia melainkan karena udang. Terdapat jutaan udang merah yang mati secara misterius dan terdampar di pantai. Para nelayan lokalpun menyalahkan pos tambang batu bara yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Mereka berpendapat, panas dari tambang itu meningkatkan suhu air laut sehingga membuat udang menjadi kepanasan dan kemudian mati. 

7. Domba



Di tahun 2005, banyak gembala di Turki yang kehilangan pekerjaannya karena disebabkan oleh 1 hal. Hal tersebut adalah sebanyak 1.500 domba yang mereka gembalakan melompat dari jurang yang tingginya 50 meter. Hal tersebut terjadi karena salah satu ekor dari domba pergi ke pinggir jurang dan kemudian melompat ke bawah. Kemudian hal tersebut diikuti oleh kawanan domba lain. Beruntungnya adalah tidak semua domba yang melompat mati, hanya 400 ekor yang ditemukan mati. 1.400 ekor yang lainnya selamat karena mereka mendarat diatas tubuh domba yang telah mati.

6. Paus Pilot

paus pilot



Paus Pilot dan paus pembunuh (orca) memiliki kesamaan karena mereka berdua masih termasuk ke dalam keluarga lumba-lumba. Hanya saja paus Pilot memiliki tubuh yang sedikit lebih kecil dan warna tubuh yang hampir hitam atau abu-abu.

Paus Pilot ini memiliki kecenderungan yang tidak biasa yakni mendamparkan tubuh mereka secara massal. Di tahun 2009, setidaknya lebih dari 400 ekor paus Pilot mati karena mendamparkan diri mereka di pantai Tasmania. Hal tersebut kemudian terulang kembali pada bulan Februari 2015 di tempat yang berbeda yakni Selandia Baru. Kali itu sebanyak lebih dari 100 paus Pilot yang mati. Banyak dugaan para peneliti akan kematian paus Pilot, namun penyebab pasti masih menjadi misteri yang tidak terpecahkan sampai sekarang.

5. Manatee




Indian River Lagoon menjadi ekosistem biologi di Florida yang berisikan dengan berbagai macam tumbuhan dan hewan yang menarik. Selain itu, disanalah juga tempat dimana terjadinya kematian hewan secara massal. Kematian massal pertama ditemukan pada Juli 2012 dimana sebanyak 33 manatee (lembu laut) ditemukan mati karena sebab yang tidak jelas. Beberapa bulan kemudian angka kematian manatee bertambah menjadi 111 ekor. Antara bulan Januari dan Juni 2013 giliran burung pelikan yang ditemukan tak bernyawa. Sebanyak 250 sampai 300 ekor ditemukan tewas mati dengan keadaan yang memprihatinkan. Di bulan yang sama, sebanyak 46 ekor lumba-lumba Bottlenose ditemukan mati dengan kondisi yang sama.

Para ahli biologi beranggapan bahwa penyebab kematian hewan massal tersebut disebabkan karena perubahan ekosistem dimana jumlah ganggang meningkat secara pesat dan membunuh ekosistem dari rumput laut yang menjadi makanan manatee. Tapi masih ada 1 elemen misterius yang menjadi penyebab kematian massal hewan-hewan tersebut. 

4. Katak

katak



Terjadi kematian massal yang misterius di Jerman dan Denmark pada tahun 2005. Kali ini hewan yang mati adalah katak. Katak dalam jumlah banyak ini ditemukan tak bernyawa dengan kondisi tubuh yang telah meledak. Beberapa pendapat dikemukakan atas kematian katak ini salah satunya adalah karena virus atau jamur yang membuat tubuh mereka meledak. Pendapat lainnya adalah isi perut dari katak ini dikeluarkan oleh kawanan burung gagak. Yang terburuknya adalah setelah meledak, katak ini tidak langsung mati. Mereka masih sempat bergerak di tengah keadaan mereka yang kritis.

3. Anjing

anjing



Di Milton, Skotlandia terdapat sebuah jembatan yang bernama Overtoun Bridge. Di jembatan inilah dikenal sebagai tempat bunuh diri para anjing. Hal tersebut telah terjadi sejak tahun 1950an dimana para anjing melompat menemui ajalnya di jembatan yang memiliki tinggi 15 meter. Setidaknya sebanyak 50 ekor anjing telah ditemukan melompat dari atas jembatan semenjak insiden pertama terjadi, termasuk 5 ekor anjing dalam jangka waktu 6 bulan di tahun 2005.

Orang Skotlandia percaya bahwa hal tersebut terjadi karena hal supernatural. Namun penjelasan yang lebih masuk diakal adalah karena para anjing tersebut mencium bau cerpelai sehingga memutuskan untuk melompat mencari tahu. Namun pendapat itu dibantah karena menurut orang, anjing bukanlah hewan yang bodoh.

2. Burung




Beberapa tahun belakangan ini ditemukan kematian massal dari para burung. Di Kentucky, ratusan burung Starling dan Robin ditemukan mati di sebuah properti milik seorang wanita. Di Chile, dalam waktu 2 bulan sebanyak ribuan burung Flamingo, 1.200 pinguin, dan 60 pelikan mati. Dari sekian negara yang telah disebutkan diatas, ada suatu desa di daerah India yang bernama Jatinga yang paling mengundang pusat perhatian. Di Jatinga, setiap tahunnya burung-burung ditemukan tak bernyawa di atas jalan.

Kematian massal para burung tersebut mengundang perhatian dari para peneliti. Kenapa hal tersebut bisa terjadi? Kenapa hal tersebut terjadi di beberapa jenis burung yang berbeda? Kenapa hal tersebut terjadi di ruas kecil jalan? Kematian misterius dari burung tersebut membuat banyak orang yang datang untuk melihat sendiri kejadian tersebut dengan mata kepala mereka sendiri.
1. Lebah



Menjadi kematian massal hewan yang paling misterius yang terjadi di tahun 1990an adalah kematian massal dari para lebah pekerja. Para peternak lebah pada saat itu mendokumentasikan kematian misterius tersbut dimana angka kematian rata-rata dari lebah pekerja sangat besar bila dibandingkan ketika musim dingin. Di tahun 2006, kematian massal para lebah pekerja itu diberi nama dengan Colony Collapse Disorder. Sindrom tersebut menjadi headline di beberapa media, dan para peternak lebah mengalami kerugian dimana jumlah lebah menjadi berkurang 30-90% selama musim dingin.

Terdapat beberapa alasan kenapa para lebah pekerja mati secara misterius. Ada yang berpendapat bahwa hal tersebut disebakan oleh mikroba, malnutrisi, dan fungisida. Tapi yang menjadi tersangka utama adalah neonicotinoids yang merupakan salah satu dari jenis pestisida.




Sumber: tahupedia
Posted by sewingmonkeys

0 comments:

Post a Comment