Pertama di Dunia, Kontes Kecantikan dengan Juri Robot



Ajang kontes kecantikan memang sangat banyak, seperti misalnya Miss World atau Miss Universe. Biasanya, juri dalam kontes kecantikan adalah manusia. Namun jika jurinya adalah robot, maka kontes kecantikan ini akan menjadi salah satu kontes pertama dan paling unik yang pernah ada.

Dengan memanfaatkan teknologi artificial intelligent atau kecerdasan buatan yang dibenamkan pada robot, kontes kecantikan yang diberi nama Beauty.AI ini digelar sebagaimana kontes kecantikan lain yang sudah ada. Bedanya, saat memasukkan aplikasi pendaftaran, peserta yang diminta mengirimkan foto, wajahnya akan dianalisis oleh robot yang kemudian memutuskan apakah peserta tersebut layak untuk ikut dalam kontes atau tidak.

Beauty.AI sendiri menjadi kontes kecantikan internasional pertama yang menggunakan juri robot. Kontes ini akan menggunakan algoritma pengenalan wajah baru yang canggih yang memungkinkan mesin menilai kecantikan dengan cara baru yang disempurnakan. Peserta bisa mendaftar di situs http://beauty.ai/ dimana situs ini menyediakan aplikasi khusus yang bisa diunduh di Google Play Store dan App Store

.
Ilustrasi robot (Shutterstock)

Peserta kemudian diminta melakukan foto selfie dan menyerahkan aplikasi pendaftaran ke situs yang disediakan. Kemudian mesin akan menilai dan menyeleksi wajah-wajah yang sesuai kriteria kontes dan memutuskan apakah peserta bisa masuk ke tahap berikutnya. Syaratnya, peserta tidak boleh menggunakan make-up, tidak boleh memiliki bulu di wajah seperti kumis dan berewok, serta tidak boleh menggunakan kaca mata.

Kontes ini sendiri bertujuan untuk menggunakan robot menganalisis jumlah perubahan usia terkait pada wajah manusia dan menilai dampaknya pada persepsi dari perubahan ini oleh orang-orang berdasar berbagai umur, ras, etnis dan kebangsaan. Aplikasi foto selfie dibuka hingga 15 Januari 2016 sedangkan untuk robot deadline aplikasinya hingga 20 Januari 2016. Pemenang sendiri akan diumumkan pada 28 Januari nanti.

Dilansir dari Tech Crunch,Dr. Alex Zhavoronkov, konsultan dari kompetisi yang juga CEO Insilco Medicine, sebuah perusahaan bioformatik yang fokus pada riset penuaan, mengatakan bahwa kemajuan terbaru dalam Deep Learning telah membuat mesin mengenali aspek kecantikan jauh lebih baik dibanding sebelum-sebelumnya.

Dr. Zhavoronkov juga menambahkan bahwa kontes ini juga diharap bisa memfasilitasi peluncuran sejumlah aplikasi yang akan memungkinkan orang-orang untuk melacak efek dari berbagai macam produk, termasuk kosmetik, pada wajah mereka. Salah satunya adalah dengan cepat memungkinkan mereka untuk memahami dampak dari persepsi menggunakan opini tentang algoritma deep-learned yang jujur.

Kontes ini akan digelar setiap setengah tahun sekali dan lebih banyak tim dari seluruh penjuru dunia akan diundang untuk mencoba robot mereka di wajah manusia terkait dengan berbagai parameter lain. Tujuan utama dari kontes ini adalah untuk menemukan sistem rating yang kompleks yang akan mengajarkan pada mesin untuk mengevaluasi manusia, yang akan lebih penting untuk membuat robot bisa berlaku lebih mirip dengan manusia, dan juga memahami cara-cara manusia.



Sumber:
Posted by sewingmonkeys

0 comments:

Post a Comment