Aksi Koki Ruang Angkasa

Memasak alam semesta agak mirip dengan memanggang kue di rumah: campur bahan-bahan (misalnya telur, tepung, dan susu), masukkan ke dalam kondisi yang tepat (wajan panas), lalu kalian akan mendapatkan sesuatu yang baru dan keren tak terkira (panekuk!).

Cara alam semesta memasak juga seperti itu. Molekul-molekul menjadi bahan penyusun kehidupan, planet, dan objek-objek lain di sekitar kita, tapi molekul-molekul itu sendiri juga harus diciptakan terlebih dahulu.

Molekul tersusun dari partikel-partikel sederhana yang disebut atom. Sebagai contoh, air merupakan sebuah molekul yang terbentuk dari dua atom hidrogen dan satu atom oksigen. Namun, molekul tidak tumbuh di sembarang tempat. Seperti dalam resep, temperaturnya haruslah pas.

Temperatur di daerah yang dekat dengan bintang terlalu tinggi sehingga molekul-molekul tertentu tidak dapat terbentuk. Sebaliknya, temperatur di daerah yang jauh dari bintang sangatlah rendah sehingga molekul-molekul itu pun tidak dapat terbentuk. Hal itu terjadi karena sebagian bahan baku yang diperlukan mulai membeku.

Untuk membantu kita mengetahui di mana tempat mencari berbagai molekul di ruang angkasa, para astronom telah mengamati bintang muda berselubung cincin gas dan debu kosmis yang tebal. Suatu saat nanti planet-planet mungkin akan terbentuk dari cincin ini.

Setelah menyisir cincin yang mengelilingi bintang tersebut, di tempat yang temperaturnya pas mereka menemukan gas yang mengandung molekul yang rapuh. Bukan sesuatu yang mengejutkan. Yang mengejutkan justru saat mereka menemukan lebih banyak gas yang terbentuk dari molekul-molekul itu di cincin kedua, lebih jauh dari sumber panas bintang. Kalian bisa melihat kedua cincin di foto keren berikut.


Sebuah bintang muda dikelilingi dua cincin gas dan debu kosmis yang tebal. Suatu saat nanti planet-planet mungkin akan terbentuk dari cincin ini. Setelah menyisir kedua cincin tersebut, para astronom menemukan gas yang mengandung molekul lembut. Sebelumnya para astronom tak mengira kalau molekul-molekul tersebut bisa bertahan di kondisi yang demikian. Kredit: NRAO.

Sekilas penemuan ini tidak terlalu mengesankan. Namun, bagi astronom penemuan ini penting sekali. Penemuan ini menunjukkan bahwa molekul-molekul bisa terbentuk di tempat-tempat yang tidak terduga. Selain itu, penemuan ini juga akan membantu kita lebih memahami tentang molekul-molekul di Tata Surya, yang terbentuk dari piringan yang mirip dengan piringan yang mengelilingi bintang muda.

Fakta Menarik: Molekul adalah pembawa pesan antarbintang yang menginformasikan kepada kita bagaimana dan di mana berbagai jenis molekul dibentuk. Molekul-molekul yang ditemukan di Bumi menunjukkan bahwa air di Bumi ini bahkan lebih tua daripada Matahari!


Sumber:
Posted by sewingmonkeys

0 comments:

Post a Comment