Belajar dari Jamaika di Olimpiade Musim Dingin

Jamaika, negara tanpa salju itu mengejutkan Olimpiade Musim Dingin 2014 di Sochi, Rusia. Walau masih gagal, mereka tak pernah menyerah.

 


Di tahun 1993 pernah dibuat film Cool Running, kisah nyata tentang atlet bobsledding (atau Bobsleigh, yakni cabang olahraga meluncur di salju dengan menggunakan kereta salju) asal Jamaika yang berhasil merekrut mantan atlet Amerika Irv Blitze jadi Pelatih. Setelah melalui berbagai perjuangan, tim ini akhirnya bisa berangkat ke arena olimpiade tahun 1988.

Semenjak itu, tradisi Bobsleigh terus melekat di Jamaika.  Tahun ini adalah untuk kedua kalinya mereka lolos ke Olimpiade Musim Dingin sejak 12 tahun lalu. Tim Jamaika selalu ditunggu karena film Cool Running yang sukses itu. Banyak yang ingin tahu apakah di dunia nyata mereka bisa membuat kejutan seperti itu. Untuk mendorong semangat, tim bobsleigh Jamaika tahun ini dinamakan Cool Running, The Second Generation.

 


Tim ini harus berjuang juga seperti pendahulunya hingga sampai di Sochi. Untuk berlatih di Evanston, Wyoming, AS, mereka membutuhkan dana yang tak sedikit. Pemerintah tak mampu memenuhi seluruhnya. Maka dicarikan dana. Dukungan datang dari sebuah komunitas bernama Dogecoin yang berhasil mengumpulkan dana dari masyarakat sebanyak US$30.000. 

Dana itu masih belum cukup karena kebutuhannya US$80.000. Lalu pihak lain menggalang dana online dan terkumpul sebanyak US$80.000. Total pengumpulan dana itu mencapai US$180.000. Dengan dana itu mereka berlaga di Sochi.

Meski gagal meraih medali, upaya mereka patut diacungi jempol. Negara ini begitu terobsesi menaklukan salju dalam cabang olahraga bobsleigh. Mungkin mereka ingin membuktikan pemeo, tak ada yang tak mungkin di dunia ini selama mau berusaha.

Bagaimana kita terinspirasi dari kisah ini?
















Sumber:
andriewongso
Posted by sandipras

0 comments:

Post a Comment