Koktail ART Sembuhkan Bayi dari AIDS

Bayi perempuan di Mississippi mengejutkan dunia kedokteran. Koktail (campuran) tiga obat menyembuhkannya dari virus HIV. Kisah ini berawal ketika sang bayi terdeteksi HIV dan dokter pun memberikan tiga koktail obat antiretrovial atau ART, yakni zidovudine, lamivudine dan nevirapine 30 jam setelah kelahirannya.

Seminggu kemudian, dokter memberikan obat jenis nevirapine sampai ritonavir-lopinavir. Namun, entah pasrah atau kekurangan biaya  sang ibu dilaporkan memutuskan untuk berhenti melakukan terapi saat balita berusia 15 bulan, bahkan sampai usia bayi 18 bulan ia tidak pernah mengambil obat ART lagi.
 



Lima bulan berselang, gadis kecil itu dibawa ke klinik untuk memeriksakan perkembangan virus ganasnya. Hasil tesnya mengejutkan. Tidak ada tanda-tanda virus pada sampel darahnya. Hasil tes itu kemudian dikonfirmasi lagi pada sampel darah untuk usia 24, 26, dan 28 bulan.

Pada sampel darah usia 24 bulan, sempat ditemukan salinan tunggal virus RNA, tapi tes ultra sensitif dua bulan kemudian gagal mendeteksi salinan virus itu. Artinya virus itu menghilang.

"Tes menemukan tak ada tingkat HIV-1 RNA yang terdeteksi dalam darahnya," ujar peneliti dalam laporan New England Journal of Medicine.

Ada sedikit keraguan di kalangan ahli medis. Beberapa dokter heran dan bertanya-tanya, apakah sang balita benar-benar mengidap HIV pada pertama kalinya.

 
 
Namun, laporan New England Journal of Medicine meyakinkan dengan banyak bukti, bahwa balita itu benar-benar terinfeksi virus sejak dalam kandungan. Saat sampel darah diambil 30 jam setelah kelahiran, terbukti darah balita itu terkandung HIV-1 DNA.

Para dokter juga membantah dugaan para ahli bahwa balita itu memiliki mutasi langka yang membuatnya kebal dengan virus.

"Dia tak memiliki mutasi langka. Pertumbuhan dan perkembangannya telah normal," jelas para dokter.

Semoga saja semakin terlihat perkembangan positif penanganan kasus HIV, dan makin banyak penderita bisa tertolong nyawanya. Diperkirakan sekitar 300.000 ribu bayi lahir terinveksi HIV  pada 2011.










 







Posted by sandipras

0 comments:

Post a Comment