Kisah Nyata Persaingan Penuh Emosi F1

Sebagai ajang adu cepat penuh gengsi, Formula 1 telah menorehkan banyak sejarahnya. Saat ini kita mungkin lebih mengenal sosok Raikkonen, Hamilton, atau sang legenda  Schumacer. Namun dalam riwayatnya, F1 juga mencatat nama Niki Lauda sebagai 'raja' di tahun 1970-an.

Sebagai juara dunia tiga kali (1975, 1977, dan 1984) sosoknya menginspirasi karena kegigihan dan sifatnya yang pantang menyerah. Inilah mungkin, yang menjadi alasan sutradara pemenang Oscar Ron Howard (A Beautiful Mind) mengangkat kisahnya ke layar lebar.

 
Rush tidak melulu berfokus pada Lauda, melainkan cerita persaingan ketat yang terjadi antara James Hunt (Chris Hemsworth) dan Niki Lauda (Daniel Brühl). Hunt, pembalap asal Inggris, adalah seorang playboy karismatik. Sementara itu, Lauda yang asal Austria adalah pembalap perfeksionis yang disiplin.

Kita diajak untuk melihat ke dalam kehidupan pribadi mereka di dalam dan di luar lintasan balap. Untuk menjadi pemenang, keduanya mendorong diri mereka untuk menembus batas ketahanan fisik dan psikologis. Kemenangan tak datang dengan mudah dan tak ada ruang untuk kesalahan. Disini, satu kesalahan yang mereka buat bisa mengakibatkan kematian


Sinopsis
Setelah hampir terbunuh pada tumburan maut di German Grand Prix tahun 1976, sang pembalap bernama Niki Laudia (Daniel Bruhl) kembali harus berhadapan dengan rival terkuatnya, James Hunt (Hemsworth) guna mendapatkan gelar paling bergengsi didunia yaitu World Championship (Kejuaraan dunia).


Niki lauda memiliki kehebatan tentang pengetahuan mesin mobil mendesain sendiri mobil miliknya menjadi yang tercepat bahkan mengalahkan mobil pembalap senior Ferrari, Clay Regazzoni. Karena itulah ia direkrut menjadi pembalab utama Ferrari. Berbeda dari Niki yang penuh dengan teknik dan perhitungan, James Hunt lebih mengutamakan keberanian dan semangat dalam balapan. Ia merupakan pembalab tercepat bersama Hesketh Racing sebelum Niki datang dan bergabung bersama Ferrari. 

Gaya hidup mereka berdua juga bagai kutub Utara dan Selatan. James Hunt yang terkenal memiliki periang, hidup berfoya-foya, menghabiskan waktu untuk kesenangan hidup, bersaing dengan Niki Lauda yang ambisius, penuh keseriusan mengejar prestasi di dunia balap.

Sayangnya tim yang saat itu di tumpangi Hunt bangkrut karena tidak mendapat sponsor dari iklan setelah kekalahan dari Niki lauda. Tapi inilah yang membuat Ia bergabung dengan McLaren.

Tahun 1976 merupakan kisah yang paling fantastis. Dengan mobil yang sama-sama memiliki kelas ini, persaingan keduanya seimbang sampai akhirnya Niki Lauda yang berada di peringkat teratas harus rela disusul rivalnya karena mengalami kecelakaan karena cuaca buruk di Grand Prix German dan menderita luka bakar yang parah. Tak rela disusul oleh Hunt, sebulan berlalu, ia memutuskan kembali bertanding walau lukanya belum sembuh.




Trailer
Posted by sandipras

0 comments:

Post a Comment