Monday, 4 March 2013

Telomere, Alat Untuk Mengetahui Kapan Kita Meninggal

Sebuah penemuan baru bisa menebak kapan kita akan meninggal. Alatnya mirip test pack penguji kehamilan.

Seperti diberitakan di dailymail, metode pengujian terbaru yang akan segera tersedia di gerai-gerai di Inggris ini bisa mengukur komposisi dari tip kromosom seseorang, yang disebut telomere, melalui tes darah. Telomere ini diyakini peneliti sebagai satu dari indikator penuaan sel tubuh yang paling signifikan dan akurat. Ketika penuaan sel mencapai tingkat tertentu, bisa diartikan itulah akhir tubuh Anda beraktivitas.

 
 
 
Tentunya di luar dari hal-hal tidak terduga seperti kecelakaan atau penyakit ganas yang tiba-tiba menyerang. Dengan telemore, tes umur biologis ini bisa jadi salah satu petunjuk kapan usia Anda akan berakhir. Atau dengan kata lain, mengetahui kapan akan meninggal.

Maria Blasco, dari Spanish National Cancer Research Centre di Madrid adalah penemu commercial telomere test terbaru ini. Lebih lanjut Blasco menjelaskan, bahwa tua-muda usia biologis seseorang bisa diukur berdasarkan panjang telomere mereka, dan ini bisa berbeda dengan usia nyata yang dimiliki oleh seseorang. 
 
Contohnya, pria berusia 65 tahun bisa jadi usia biologisnya lebih muda daripada pria usia 45 tahun, yang berarti pria 45 tahun itu berkemungkinan memiliki usia yang lebih pendek. Semakin panjang telomere, semakin panjang usia Anda.

Sederhananya, telomere ini yang melindungi DNA Anda dari gangguan dan kerusakan. Seiring dengan semakin berat tugasnya, maka telomere mulai memendek. Pada usia paruh baya ke atas, penyusutan ini mencapai titik di mana mereka tidak mampu lagi melindungi DNA dan keadaan akan memburuk ketika sel-sel tubuh mulai memisahkan diri. Dampaknya adalah kulit Anda akan longgar dan keriput, daya tahan tubuh menjadi tidak efektif, dan merembet pada gangguan tubuh yang lebih parah seperti diabetes dan penyakit jantung.

Apakah mahal untuk 'mengintip' waktu kematian Anda? Di Inggris metode tes ini seharga 400 poundsterling, sementara harga untuk test pack komersialnya masih belum diberitakan.




 
 
Sumber:
kisahbagus

16 comments:

  1. Gak percaya...!
    Eh.. No.1 nich!

    ReplyDelete
  2. wew alat sok tau..!!

    ReplyDelete
  3. dukun moderen.

    ReplyDelete
  4. Yang nyiptain alat ini, tembak aja kepalanya.... Setujukan ama gwa? Kalo stuju kasih jempol brrroooooow

    ReplyDelete
  5. kalo merasa muslim....jauhi alat ini...

    Biar laknat Allah SWT.jauh darimu.

    ReplyDelete
  6. hanya Allah swt yang tau umur seseorang, bukan alat yang diciptakan manusia.

    ReplyDelete
  7. Ga perlu bawa2 agam kale pake nembak kEpala secara lo cma baca artikel cetek doank macam betooolll aja kau smua

    ReplyDelete
  8. Tp bener telomer itu memang menunjukan tua atau mudanya tubuh kita, kl telomer kita panjang bisa semakin awet muda. Di luar lg marak penelitian ini. Sekedar nambah ilmu, percaya atau ga nya sm alat itu ya tergantung kitanya toh ilmu pengetahuan tetap hrs kita pelajari trs, artinya kita ingin mengenal kuasa Sang Pencipta kan

    ReplyDelete
  9. Hanya orang BODOH yang percaya begituan!
    Kematian hanya Allah yang tahu!

    Bener kang Anonymous#7 yang komen, cuman bisa mengetahui tingkat keawet mudaan seseorang, bukan mengetahui kematian!! B*go yang buat! -_-

    ReplyDelete
  10. Kalo misalkan umur dapat diketahui.. Kehidupan bakalan kehilangan makna.

    ReplyDelete
  11. setuju bray.. Hidup gx ada yg unik

    ReplyDelete
  12. Soalnya ente semua rata rata otaknya cetek jadi gak bisa nerima ilmu

    ReplyDelete
  13. Gw setuju sama yg baru comment nih, tinggal baca aja susah gak perlu extreme bgt deh pake nyolot n tegang leher namanya ilmu pengetahuan yah emng harus go on payah

    ReplyDelete
  14. Di dalam DNA sudah diatur dan terstruktur kapan sel harus mengalami penuaan dan masa pensiun. Sesuai dgn firman Allah di dalam Alquran, kematian jodoh dan rezeki sudah diatur Allah.


    Jadi begini lho kawan2 yg salah paham mengartikan .
    Alat yg dijelaskan di atas mungkin saja membaca dan mengukur rangkaian random DNA dgn sistem kalkulasi komputer. Tingkat ketepatan pun bisa saja bertoleransi besar, 5-20 tahunan atau lebih . Itu pun tidak boleh kita yakini, karena kematian tidak ada yg mengetahui kecuali Allah SWT.

    Hargai jeri payah saintis, jgn emosi dan melihat sekilas, ambil yg baik buang yg buruk. Semoga bermanfaat.

    -fyr ogre bima-

    ReplyDelete