Apa Kabar Dunia

Biaya Hidup di Jakarta Lebih Mahal Dibanding Amerika?

Berikut ini adalah keluh kesah Ria Hardianti, seorang yang bekerja di Amerika dan terkaget-kaget ketika mudik ke Jakarta. Penemuannya soal mahalnya hidup di negeri sendiri memutuskan untuk menetap di Amerika dan hanya sesekali pulang menengok kota kelahirannya.

Terdengar tidak nasionalis? Atau justru jadi bahan introspeksi? Beginilah isi tulisan Ria:

wikipedia



Tinggal di Jakarta
Oleh: Ria Hardianti - Amerika Serikat

Saya terkadang suka takjub sendiri jika sedang mengunjungi Jakarta, Indonesia? Mengapa? Karena biaya hidup di Jakarta sangat mahal. Malah lebih mahal jika dibandingkan biaya hidup di Kansas.

Sebagai contoh, jika makan di salah satu mall terkenal di Jakarta, untuk empat orang, bisa menguras kantung sekitar Rp.400,000. Sedangkan, jika makan di salah satu mall terkenal di Kansas, biayanya tidak lebih dari Rp. 250,000.

Untuk transportasi, jika naik taxi di Jakarta dari Sudirman menuju Bintaro, argo akan menunjuk kepada harga Rp.220,000. Sedangkan jika naik taxi dari Jamaica, Queens ke China Town, argo taxi di New York akan menunjuk ke pada harga Rp.170,000. Belum lagi, harga sebuah baju merek Mango, di Jakarta bisa dihargai Rp.500,000. Sementara di JC Penney, baju mango hanya dibandrol seharga Rp.200,000.

Tingginya biaya hidup di Jakarta membuat saya tidak habis berpikir, bagaimana caranya penduduk di Jakarta bisa survive? Walaupun dengan gaji 5 juta pun, belum tentu bisa hidup mapan. Unbelievable. Darimana ya bisa bertahan hidup seperti itu?

Saya juga jadi teringat sindirian salah seorang kerabat saya, “ Kamu itu bule kere . Gayamu saja yang sudah jadi warga Negara Amerika, paspor biru, dan gaji dollar, tapi tiap pulang ke Indonesia tidak pernah bisa memanjakan keluargamu atau membantu ekonomi saudara- saudaramu."

===========================================

Saya jadi teringat pada sebuah blog milik Jimmy AK sekitar 2 tahun lalu saat membandingkan ongkos hidup di Jakarta dengan Sunnyvale, California. Inilah hasil penelitian Jimmy:
 Salah satu sudut di Sunnyvale


1. Transportasi

Public transportation di Jakarta jelek sekali, busway masih sangat sedikit. Taxi sangat bagus tapi relatif lebih mahal. Macet dimana-mana, jarak 10km bisa membutuhkan waktu 1-2 jam akibatnya biaya untuk bensin yang akan naik. Kenyamanan dan keamanan masih sangat rendah. Akibatnya, orang Jakarta berusaha sebisa mungkin menggunakan mobil atau motor. Padahal biaya mobil sangat mahal, harga Honda Jazz sekitar 190jutaan. Parkir 20ribu/hari.

Public transportation di Sunnyvale juga tidak bagus, sangat sedikit dan jarang. Kebanyakan orang menggunakan mobil pribadi dan hampir tidak ada yang pakai motor. Harga mobil disana jauh lebih murah, Honda Jazz (Fit) hanya 130juta. Enaknya di Sunnyvale adalah perusahaan punya Shuttle Bus sendiri-sendiri, jadi karyawan yang tidak mau bawa mobil bisa menggunakan bis ini secara gratis. Kemacetan hampir tidak ada, jadi walaupun harga bensin hampir 2x nya harga bensin di Jakarta, total pengeluaran sehari-hari tidaklah sampai 2xnya (ingat Jakarta macet). Parkir gratis.

Jadi kalau dihitung-hitung dengan berbagai komponen seperti pengeluaran untuk bensin, cicilan mobil dll, biaya transportasi di Jakarta lebih mahal dari Sunnyvale, California.

2. Makan dan Minum

Sekilas harga makanan lebih mahal di Sunnyvale. Tapi kalau diperhatikan di kafetaria kantor Yahoo! harga makanan tidak terlalu jauh beda dengan harga makanan di Jakarta (setidaknya di kantor Yahoo! jakarta). Enaknya di sunnyvale, semua minuman gratis! kopi, teh, susu, jus, coca cola, pepsi, semuanya gratis. Bahkan ada barista yang siap membuatkan minuman ala starbucks dengan gratis.

Jadi kalau kita makan sandwidth + minum latte nya starbucks di Jakarta akan lebih mahal dari di Sunnyvale dengan menu yang sama, karena lattenya gratis :(

Lagi-lagi ternyata Amerika tidak semahal yang selama ini aku duga.

3. Akomodasi

Harga hotel sama dengan hotel di Jakarta. Harga apartemen di sekitaran Sunnyvale 5 jutaan/bulan yang artinya sama juga dengan harga apartemen di Jakarta. Harga rumah di sekitaran Sunnyvale sangat mahal, diatas 2 milyar semua. Jadi jangan beli rumah disana, beli di Jakarta aja :)

Untuk akomodasi Sunnyvale relatif lebih mahal, karena harus apartemen dan nggak ada kost yang harganya 1 jutaan :)

4. Gaya

Boooooo, ini yang paling parah di Jakarta. Semua orang pengen tampil gaya. Biaya untuk gaya gila-gilaan. Bayangkan banyaknya orang Jakarta yang pakai Blackberry padahal coba hitung harga blackberry itu berapa persen dari gaji bulanan kebanyakan mereka? 10%, 20%, 50% atau jangan-jangan 100%?

Di Sunnyvale hampir semua orang pakai iphone, harga iphone 4 hanya 2 juta karena kontrak data plan. Dibandingkan Jakarta, harga iphone di Sunnyvale jauh lebih murah. Di Sunnyvale hampir tidak ada orang yang gaya, tidak ada mall, tidak ada tempat belanja-belanja, kalau sore hari orang-orang nongkrong di cafetaria kantor minum-minum kopi, gratis semua. Di Jakarta, kita nongkrong minum kopi harus bayar 20ribuan. Cewek-cewek tukar-tukar sepatu mulu di Jakarta. Di Sunnyvale nggak ada yang gaya, kostum semuanya sama, celana jeans bawahnya baju kaos atasnya. Cowok cewek, developer, sales, sampai ke VP semua kostumnya gitu.

Biaya untuk GAYA di Jakarta gila-gilaan di bandingkan Sunnyvale. Padahal masalah gaji, di Sunnyvale 4-5x lebih tinggi dari gaji di Jakarta.

Tragis, dengan biaya hidup Jakarta yang relatif lebih tinggi, mereka mendapat gaji 4-5x lebih besar dari kita yang di Jakarta.





Nah, bagaimana menurut kamu?






Sumber:
e-mail
Posted by patah

9 comments:

Anonymous said...

wah,wah,wah,wah...
Knyataan yg miris juga, orang2 jakarta emang2 GAYAnya itu selangit, Bnyk yg make blekberi, bnyk yg ke mall, alesannya cuma 1, GAUL...
Weleh weleh :-)

Anonymous said...

Hrap maklum saja. .

Ziky fahrun said...

@Ria Hardianti......mau donk ke amerika.......please.....

afs said...

aq lbh suka di sby aja .. Hehe

fajar vikri al-qamar said...

Tanpa kita sadari itu sebenarnya membuat kita ingin ke amerika. Dan meninggalkan negeri sendri. Walau memang harga di jakarta lebih mahal di banding dsna tetep aja gua cinta sama indonesia dan membuktikan orang2 di indonesia sebenernya kaya2 kan. Cuma kita nya belum bisa memaksimalkannya dan hanya menjadi konsumtif di bandingkan produktif

nando Sutarno said...

Anti amerika

Anonymous said...

Tinggal di jkt lebih byk sisi negatif nya . Macet udah kyk orggila, biaya hidup yg tinggi , gaji relatif kecil, polusi tinggi,k riminalitas yg tinggi ,mana skrg banjir . Now,, tell me what should i stay in jkt ??

Anonymous said...

jkt... menyebalkan... cuma bikin byk wkt terbuang. bikin tua dijln. apa2 mahal. dan yg paling menyebalkan... cuaca panas, kotor, dekil. gaji? astaga... perusahaan2 lokal paling merki (2 tingkat diatas pelit) mau karyawan yg bs merangkap macem2 dgn gaji cm 5jt???? what the hell...
bentar2 ada perkosaan, bentar2 ada pembunuhan... ga ada bagus2 nya jkt...

Anonymous said...

Saya orang Indonesia, tinggal di Silicon Valley-California. Background saya adalah Human Resources yg banyak menggunakan market data untuk menganalisa gaji. Menurut saya, artikel di atas tidak sepenuhnya benar dan digeneralisasi. Banyak faktor yg mempengaruhi gaya hidup di tiap negara, jadi kita harus membandingkanya apple to apple, dg data yg lebih representatif. Sbg contoh, saya sanggup beli mobil di US dibdngkan waktu tinggal di Indonesia bukan karena saya punya penghasilan tinggi melainkan krn sistem di US memang dibuat agar org mudah memiliki mobil. Public transportation is not a culture, kecuali di kota2 besar. Sedangkan di Indonesia, saya bergaji tinggi tp tidak mampu membeli mobil krn DPnya yg cukup tinggi, yg memang diperlukan buat situasi Indonesia yg memang tingkat kepercayaan thd konsumen harus dibuktikan dg DP yg tinggi. Contoh lain, harga makanan di Yahoo terkesan lebih murah drpd di Jakarta. Hal ini dimungkinkan krn cafetaria yg berada di perusahaan2 Silicon Valley disubsidi oleh perusahaan sbg salah satu bentuk benefit bg karyawan. Singkat kata, jangan memukul rata & menarik kesimpulan ttg apa yg kita alami tanpa melihat latar belakang di tiap negara.

Post a Comment