Sudah Tahu Perempuan-perempuan Lokal ini Berprestasi Global?

Saat ini, populasi pemuda Indonesia mencapai 64 juta orang -- Sensus Penduduk 2010. Angka ini sama dengan 15 kali populasi Singapura. Bayangkan jika angka tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal, tak diragukan kalau Indonesia masa depan bisa "berbicara" di dunia.




Prestasi dan terobosan perlahan-lahan membuat mata dunia menengok kepada pemuda-pemuda Indonesia. Yang paling anyar adalah mobil balap hasil rakitan siswa-siswa ITB ke Jepang.

Dulu, ketika Anggun Cipta Sasmi mengambil keputusan pergi dari negeri ini demi mewujudkan mimpinya, kini semakin berbuah manis. Boleh jadi hingga sekarang, Anggun satu-satunya artis/penyanyi lokal yang dikenal seluas dunia untuk kategori musik pop industri.

Ternyata, mungkin tanpa banyak orang mengetahui, ada lagi prestasi seperti Anggun yang diam-diam menorehkan popularitas di dunia global. Dua contoh berikut jadi bukti.

 
1. Tania Gunadi

ceritamu.com


Berita infotainment di sini selalu menyorot Cinta Laura yang mengejar mimpi jadi aktris Hollywood. Di negaranya Obama sana, Tania Gunadi sudah menjadi aktris yang cukup populer.

Gadis kelahiran Bandung 29 Juli 1983 ini pindah ke Amerika Serikat setelah menang Green Card Lottery dari Kedubes AS saat berusia 15 tahun. Saat tinggal di sana, secara tak sengaja ia mengikuti informasi dari seorang teman tentang audisi di Disney Channel. Tak disangka, dirinya lolos. Kini Tania menjadi bintang dalam acara Original Movies Pixel Perfect dan Go Picture.

taniagunadi.com


Ia juga memiliki penampilan tamu di acara TV seperti It's Always Sunny in Philadelphia, serta Boston Public, dan acara Even Stevens. Kalau ingin melihat penampilannya, cari deh serial TV Disney Aaron Stone. Di film tersebut Tania berperan sebagai Emma.


 
2. Sonja & Shanti Sungkono

Pianis kembar kelahiran Jakarta, 3 Januari 1972 sudah sangat dikenal di Eropa. Mereka selama dua tahun berturut-turut (2001-2002) menyabet Prize Winners Juergen Sellheim Foundation di Hannover, Jerman.
klassik-in-berlin.de


Setahun berikutnya, mereka memboyong Prize Winners pada National Piano Duo Competition di Saarbrucken, Jerman. Bahkan, beberapa tahun sebelumnya (1999) Sonja-Shanti meraih Jerry Coppola Prize di Miami, Amerika Serikat.

Berkat prestasi-prestasi itu karier mereka terus bersinar. Kini, jadwal penampilan duet mereka setiap tahun diumumkanpada arsip konser Laurent Mettraum (bertanggung jawab membuat daftar pertunjukkan musisi berbakat di seluruh dunia).

 

admiralspalast.de


Sonja dan Shanti awalnya ke Jerman hanya untuk menengok sang kakak yang berdomisili di sana. Namun karena keinginan kuat untuk mendalami musik klasik, akhirnya mereka mengambil sekolah pada jurusan musik di Hochshule der Kunste, Berlin. Di bawah bimbingan Profesor Sorin Enachescu, mereka terus berlatih dan kini akhirnya mendatangkan berkah.

Hebatnya, acap kali tampil Sonja-Shanti selalu memakai busana khas Indonesia seperti kebaya, dan tidak pernah lupa mengenalkan diri sebagai pianis asal Indonesia.




Sumber: Seputar Indonesia
Posted by sandipras

2 comments:

Anonymous said...

good job..
jadi panutan..

Anonymous said...

Mudah2an semakin banyak termasuk akuuuu hehe

Post a Comment