Tertuduh, Terpuruk, Namun Bangkit Jadi Pemenang

Bisa jadi film Batman: The Dark Knight Rises paling sensasional tahun 2012, terutama karena perstiwa berdarah yang menewaskan 12 orang saat pemutaran perdana di Colorado. Walau kabarnya bukan sekali terjadi di Amerika Serikat, pada akhirnya kisah Ksatria Kelelawar ini membuat orang semakin penasaran.

 flicksandbits.com


Apa yang bikin penasaran? Karena film ini jadi rangkaian terakhir trilogi Batman karya Christopher Nolan, setelah Batman Begins (2005), dan The Dark Knight (2008). Dari kisah dalam  The Dark Knight Rises pula kita bisa belajar untuk jadi pemenang, meskipun dihantam banyak masalah.

Sebagai kilas balik, pada sekuel sebelumnya, jaksa wilayah Harvey Dent - jaksa tangguh yang berubah jahat sebagai Two Face - mati, namun tetap diingat sebagai pahlawan Gotham, sementara Batman dicap penjahat. Hal inilah yang membuat Bruce Wayne (Christian Bale) terus terpuruk selama 8 tahun, apalagi kekasihnya, Rachel, juga ikut tewas.

Hidup Wayne penuh kemuraman, dan terus berduka. Pelayan setianya, Alfred (Michael Caine) sampai harus mengingakan untuk segera mencari pasangan hidup.

spin.com

Di lain tempat, muncullah Bane (Tom Hardy). Ia mengobrak-abrik Pasar Bursa Gotham City bersama komplotannya, seolah ingin merampok.

"Untuk apa kau merampok? Di sini tak ada uang," teriak seorang pialang saham yang terancam nyawanya. Namun, Bane memang tidak ingin merampok uang. Ia punya tujuan lain, yakni membuat Bruce Wayn bangkrut. Caranya, dengan sidik jari Wayne yang didapatnya dari Selina Kyle (Catwoman - Anna Hathaway).

 fanpop.com


Bane, yang berkomplot dengan rival bisnis Wayne, John Dagget, berhasil membuat perusahaan Wayne bangkrut dan pindah kepemilikan.

Lengkap sudah badai yang menghajar Wayne. Selanjutnya, tentu lebih asik melihat filmnya, ya. Pastinya, dari situlah kita bisa mendapat pesan moral tentang bangkit dari titik nol. Memang sih, tema itu serupa dengan film-film superhero gaya Hollywood. Setidaknya, motivasi untuk "bangun setelah jatuh" layak didengungkan terus.

Nolan merangkai trilogi Batman selalu dengan nuansa kelam. Dan, yang terutama, ia juga mengangkat sisi manusiawi seorang superhero. Bahwa seorang pahlawan juga manusia biasa yang punya segudang masalah. Inilah kelebihan Nolan. Gayanya bahkan ditiru film-film superhero lainnya semacam The Avangers dan The Amazing Spiderman.

Pokoknya, walau The Dark Knight Rises durasinya lumayan panjang, kita tak akan bosan menjadi penyaksi perjalan sang Ksatria Kelelawar.


Trailer
Posted by sandipras

0 comments:

Post a Comment