Dulu Ada Jaman Batu, Kini Ada Pemakan Batu

Walau sedang puasa, membicarakan soal makanan ini, dijamin tidak akan bernafsu dan membatalkan puasa, kok. 

Seorang wanita berumur 45 tahun sudah memiliki kebiasaan memakan batu selama 20 tahun dan saat itu sudah mengkonsumsi batu seberat total 1,360kg.

 voodookitchennet.blogspot.com


Ibu dua anak ini mengaku kalau memakan batu merupakan makanan yang “nyaman” untuknya. Jika wanita lain, butuh makan cokelat untuk menenangkan pikiran saat galau alias gelisah, wanita ini malah memakan batu.

Namun sejak menikah dengan suaminya Jim tahun lalu, kebiasaannya itu menjadi tambah serius.

“Jim membuat saya sangat bahagia dan saya pun mulai mengurangi makan batu,” katanya. “Namun semua orang memiliki hari yang buruk dan ketika saya mengalaminya, hanya batulah yang dapat membuat saya lebih baik dan terhibur.”


 Tebak, makan kwaci atau cemilan batu? / Tabcnews.go.com


Teresa Widener, nama wanita itu, menyimpan tumpukan batu di lemari khusus yang terletak di dapur rumah mereka di Bedford, Virginia dan biasanya memakan batu itu sambil mengobrol dengan suaminya.

“Saya memilih batu dari bentuk yang saya suka,” katanya. “Saya menyukai aroma tanah yang ada pada batu itu, hingga saya juga menelan tanah yang menempel di batunya.”

Batu kesukaan Teresa adalah batu yang lembut dan rapuh. Namun jika ada batu yang keras, terkadang Teresa menghancurkannya sendiri dengan palu miliknya.




 curious.mayaiv.com


“Saya merasa lebih baik hanya dengan mengetahui kalau ada persediaan batu di rumah,” jelasnya. 

“Mereka selalu ada untuk menghibur saya saat saya sedang sedih.”
 
Kelainan Teresa ini dinamakan Pica, yaitu kelainan yang membuat penderitanya memakan sesuatu yang bukan makanan. Hewan-hewan seperti serigala dan kura-kura juga kadang memakan batu untuk membantu pencernaannya, namun kasus ini jarang terlihat pada manusia.
 
 
 
 
 
 
 
 
Sumber:
Posted by sandipras

1 comments:

KODINK 354 said...

Waduh !
Bagaimana dengan sistem perncernaanya yah.
Buang air besarnya keras g yah.

Post a Comment