Gagap dan Bungkuk? Mungkin Gejala Ataxia...

Ataxia atau Spinocerebellar Degeneration adalah penyakit yang menyerang otak kecil dan tulang belakang dan menyebabkan gangguan pada syaraf motorik.
 
 Foto: varietyclub26.org

Penderita akan kehilangan kendali terhadap syaraf-syaraf motoriknya secara bertahap dan makin lama kondisi fisiknya akan makin parah! Awalnya mungkin penderita hanya akan merasa longtai saat berjalan, lalu penderita akan sering terjatuh, tidak bisa menggapai barang dalam jarak dekat, penderita ingin bergerak tapi tidak bisa bergerak, penderita ingin bicara tapi tidak bisa bicara, tapi penderita tidak kehilangan kecerdasannya dan tetap mengerti akan keadaannya. Penyakit ini sangat-amat serius!
 
Ataxia bukanlah penyakit menular, namun sebagian besar karena turunan walaupun ada juga ataxia yang penyebabnya karena trauma ataupun zat-zat toksik.
 
Gejala dari ataxia pada intinya merupakan gejala-gejala dimana seseorang tidak dapat mengkoordinasikan bagian-bagian tubuhnya, seperti:
 
1. Tidak bisa atau kurang kemampuan untuk berjalan akibat otot di tangan dan kaki menjadi lemah
 
2. Hilangnya koordinasi, sehingga mempersulit berjalan dan mengurangi kemampuan tangan dalam meraih benda-benda meskipun letaknya dekat
 
3. Berkurangnya tingkat penglihatan dan pendengaran
 
4. Gagap dalam berbicara
 
5. Otot punggung menjadi bungkuk
 
6. Jantung sering berdebar dan pembesaran pada jantung

7. Saat keadaan memburuk, Ataxia bahkan bisa mempengaruhi bicara dan menelan makanan

 
Ada lebih dari 40 jenis Ataxia yang didapat dari keturunan, namun yang paling banyak menyerang adalah:

 
Foto: dinf.ne.jp

1. Friedreich Ataxia, penyakit keturunan ini menyerang sistem syaraf dan dapat mengganggu bicara sampai pada gangguan jantung.

2. Sensory Ataxia, disebabkan karena hilangnya input sensor dalam mengatur gerakan, sehingga menyebabkan kondisi yang kurang terkoordinasi.

3. Spinocerebellar Ataxia, sejenis kelainan genetik yang ditandai dengan pengurangan pada tingkat koordinasi tangan, cara bicara, dan gerakan mata. Biasanya ditemukan kelainan pada otak kecil.

Hingga saat ini belum didapatkan obat-obat yang memberikan harapan yang baik bagi penyembuhan maupun pencegahan ataxia.

Saat ini, penderita ataxia harus dirawat secara bersama-sama oleh spesialis saraf dan rehabilitasi medis untuk mobilisasi lebih lanjut.



Sumber:
health.detik.com
id.wikipedia.org
Posted by sandipras

8 comments:

kinka nurrindra said...

yehhh komen pertama x

Anonymous said...

Sabtu, 26/05/2012 15:08 WIB
Usai Rapimnassus,
Kader Golkar yang Tak
Dukung Ical akan
Dipecat
Ahmad Toriq - detikNews
jgn lupa,klau da jd RI1 rakyat yg
gk dukung jg di pecat dr
NKRI.biar gampang cr suaka di
NEGARA lain. Sok buat rencana
pembangun RI 100thn. Korban
lapindo aja gk bisa kau urus.
Memang gk salah nama kau itu
aburizal BAKTERI.

alone said...

yg kaya film buku harian nayla ya?

Norma Diaz said...

 film aslinya itu dorama jepang judulnya One litre of tears (ichi rittoru no namida)

Mklmklmkm said...

qwkqwkqwkqwkqwkqwkqwkwkq
tenaga surya

Sonny Silva said...

sedih banget tu film one litre of tears haha

Abizhar Bla Bla said...

waw W-A-W

Riomahendra said...

Apaan sih ni orang Abizhar bla bla,ga usah comment yg ga mutu deh,
elo tuh sok asik banget sih

Post a Comment