Mantan Analis CIA Jatuh Cinta pada Indonesia

Nama Claire Holt mungkin tak banyak yang tahu, meski sesungguhnya ia menjadi salah satu orang yang mengenalkan Indonesia ke dunia barat. Bukunya Art in Indonesia terbitan 1967 begitu mendunia dan termasuk panduan di masa tersebut untuk mengenal negeri ini.
 
Siapakah Claire Holt? Perempuan kelahiran Latvia pada 1901 ini semula adalah jurnalis untuk koran New York World mulai 1928 sampai 1930.
 

Tahun 1930, Claire tiba di Hindia Belanda (nama kolonial untuk Indonesia) untuk belajar menari, ia sangat tertarik pada berbagai tampilan tari nusantara. Kala itu, ia juga bekerja pada seorang antropolog berkebangsaan Belanda, Willem Stutterheim.
 
Dari Willem, Claire mempelajari banyak hal tentang aneka tarian nusantara dan interaksi lebih intensif dengan masyarakat etnik di Hindia Belanda. Ia memperoleh banyak sekali bahan untuk ditulis dan pemahamannya tentang seni dan budaya di Nusantara pun semakin meningkat. Bahkan kemudian ia menjadi rujukan banyak peminat seni dan etnik nusantara, seperti Rolf de Mare, pengarsip seni dan tarian.
 
Tak lama kemudian, tepatnya pada 1940, Claire balik ke AS dan ia membantu berbagai riset serta analisa yang dilakukan oleh Margaret Mead. Mereka berdua bekerja untuk ‘Office of the Strategic Service (OSS)’ yang merupakan cikal bakal ‘Central Inteliigence Agency’ (CIA). OSS merupakan organ pemerintah AS yang dibentuk untuk menganalisa berbagai peristiwa dan situasi di seluruh dunia, termasuk liku-liku di Asia tenggara.
 
Claire cukup lama di OSS, walau ia tak secara langsung bersentuhan dengan kebijakan-kebijakan sensitif yang dikeluarkan kantor tersebut. Bahkan pengetahuannya yang luar biasa, kemudian membawanya masuk ke lingkungan departemen luar negeri AS.
 
Claire menjadi rujukan bagi banyak analis-analis OSS, terutama terkait pemahaman terhadap keseharian masyarakat etnis dan kebudayaan yang berbeda di Asia Tenggara. Namun, pada tahun 1953, Claire memutuskan tak lagi bekerja untuk pemerintah AS karena ia melawan prinsip keamanan dalam negeri McCartyisme.
 
McCartyisme adalah paham yang sempat "menakutkan" banyak orang di Amerika Serikat, karena dengan mudah menuduh orang dengan cap komunis. Paham ini hasil kreasi Joseph McCarty, seorang senator dari Wisconsin.
 

Claire kemudian lebih memilih mengajar di Universitas Cornell dan pada tahun 1962, serta membantu suami-istri George McT Kahin dan Audrey Kahin mendirikan ‘Modern Indonesia Project’. Berbagai tulisannya bisa dijumpai di jurnal-jurnal internasional. Umumnya, tulisan-tulisan itu tentang Indonesia. 

Perempuan yang berjasa pada pemetaan seni dan budaya Indonesia ini wafat pada tahun 1970, setelah tiga tahun karyanya tentang seni dan budaya Indonesia terbit.

Sumber: Asosiasi Tradisi Lisan (Rosdiansyah)
Posted by sandipras

10 comments:

Ozary5060 said...

orang luar aja cinta sama indonesia dan bangga pada bangsa indonesia kenapa kita tidak??

Wew said...

Makanya, orang Indonesia harus bangga dengan budaya kita sendiri....
Bukannya malah tiru" negara lain...

Mustopa09 said...

benar bro. kita harus bangkit dari keterpurukan..

andy putu wangsa said...

Has..............embuh....

berita kamu said...

mantap.... asalkan gak ada agenda tersembunyi!

mokona said...

mantab, kenalkan indonesia kedunia luar, buktikan bahwa indonesia juga mampu mendunia!!

oranghebat said...

bagian indonesia paling jelek, pulau jawa

Renogalaxy said...

karena banyak dari negara kita yang nggak bisa dibanggain :

para "pemangsa duit negara"..
macet di sana sini..
beli barang2 n mobil mewah padahal banyak tetangga kiri-kanan yang masih dibawah taraf mampu..

betul ngga..

Renogalaxy said...

soalnya uda kebanyakan motor & kebanyakan orang bro..

Peter Nobel said...

Orang lain aja bisa lihat sisi POSITIF INDONESIA kenapa kita hanya melihat Korupsi, Narkoba, Dst? padahal INDONESIA adalah bangsa yang BESAR dan HEBAT namun KARENA HAL NEGATIF segalanya terlihat buruh. :) Salam Maju Terus Indonesiaku

Post a Comment