Kisah Tukang Cukur yang Mempertanyakan Adanya Tuhan

Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.

http://3.bp.blogspot.com/_rRWr9ttlcjo/TGQt3PuUC3I/AAAAAAAAAuk/ah0mWN8h9XA/s320/barbe1editr(2).JPG

Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.

Si tukang cukur bilang,”Saya tidak percaya Tuhan itu ada”.
“Kenapa kamu berkata begitu ???” timpal si konsumen.

“Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, apa yang terjadi di jalanan itu menunjukkan bahwa Tuhan itu tidak ada? Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada, mengapa ada orang sakit??, mengapa ada anak terlantar??"

"Jika Tuhan ada, pastiah tidak akan ada orang sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan bagaimana Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi.”

Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.

Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.

Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar (mlungker-mlungker, istilah jawa-nya), kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.

Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata,” Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR.”

Si tukang cukur tidak terima,” Kamu kok bisa bilang begitu ??”.
“Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!”

“Tidak!” elak si konsumen.
“Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana,” Si konsumen menambahkan.

“Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!” sanggah si tukang cukur.
”Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya”, jawab si tukang cukur membela diri.

“Cocok!” kata si konsumen menyetujui.” Itulah point utama-nya!.

Sama dengan Tuhan, Tuhan itu juga ada, tapi apa yang terjadi… orang-orang tidak mau datang kepada-Nya, dan tidak mau mencari-Nya. Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini.”

Apakah Tuhan harus memaksa untuk datang kepada-Nya baru dunia tidak ada kesusahan? Semua kembali pada diri kita masing-masing.

Sumber :
fauziahsari.multiply.com
Posted by radhite

34 comments:

Hizbethtrans said...

Tuhan ampunilah aku karena aku malas datang kepadaMu sehingga kesusahan dan penderitaan selalu menimpaku. Ampunilah aku ya Tuhanku.

Karebet Inside said...

 Kenapa Tuhan disamakan dengan tukang Cukur? Tukang Cukur mah Banyak, sedangkan Tuhan Cuma 1.

w.. said...

wew..keren bro radhite..

Reja Like Serenity said...

si konsumen bukannya ingin menyamakan tuhan dengan si tukang cukur.. tetapi dia ingin menjelaskan dengan analogi yang mudah di pahami oleh si tukang cukur yang punya fikiran sempit itu .. (saya rasa seperti itu) 

Julidelapan4 said...

 cerita yang sederhana..tapi punya mkna yg dalam....

Agung Budi Prabowo said...

 la kalo ada yg tanya, "Bagaimana dengan orang yg rajin berdoa dn memohon dengan kesungguhan hati namun tetap saja sakit dn menderita?"

orang ganteng said...

itu karna mereka juga kurang usaha, Tuhan pernah berfirman yg artinya"Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai mereka berusaha mengubah nasib mereka sendiri"

bisa juga karna berdoa kepada yang salah, tuhan yg bener= Allah SWT
tuhan yg salah = bangkai org yg nyangkut di tiang jemuran ^_^ 

Bonek Hitler Jugend said...

 Ketahuilah temanku bahwa Tuhan pasti punya rencana yang terbaik untuk hambanya, dan kalopun panjeneng'an / ente merasa udah jungkir balik sholat/sembahyang dan berdoa sampek "berdarah2" (WTF!! :D) tapi masih ada hajat yang masih belum dikabulkan ole Tuhan itu berarti Tuhan merasa bahwa "masih belum waktunya" anda mendapatkan "keinginan/hajat" sampean.. Ingat "Tuhan tahu apa yang terbaik bagi hambanya. dan keinginan yang menurut anda baik bagi anda belum tentu baik menurut Tuhan".. berpikir positif dan berprasangka baiklah pada Tuhan temanku..dan juga yang perlu diketahui ada hal-hal lain yang patut diperhitungkan yang membuat doa sampean "nyantol" di pintu langit seperti : (sory) kurang Sodaqo (sedekah) dll sory bukan'nya saya sok suci ato sok bijaksana tapi ini sekedar opini ato tanggapan ane terhadap komentar ente agar sampean jangan sampe "menyalahkan" doa ato ibadah sampean jika ada hajat yang masih belum dikabulkan..(saya juga pernah mengalami hal yang sama seperti sampean) tapi akhirnya pun berakhir manis (Happy Ending) :D getooooo... Ok Wassalam..

Hermawan Ari Aji said...

Tuhan menciptakan berbagai golongan seperti kaya, dan miskin ada orang kaya yang jauh dari Allah, dan ada pula ada orang miskin yang dekat dengan Allah, sebenarnya itu untuk mempererat hubungan silaturahmi maupun kekerabatan dan saling membantu antara miskin dan kaya, jikalau SEMUA Orang di dunia ini kaya.. maka Hancurlah dunia, tak ada rasa belas kasihan  yang ada hanyalah Ego semata
 

Pak_kusta said...

jawabannya kalau orang miskin sakit menderita kurang usaha....tuh banyak yang kaya gak perlu pake usaha2 ma alloh segala....ampe cucu cicitnya kaya kok....
so factanya kalau menderita artinya kurang usaha kurang dekat ma alloh..tapi kalau da usaha n dekat ma alloh tapi tetep miskin itu artinya alloh sedang menghukumnya...wakakaka
stop complain man....yang bener itu kerja kerja...berusaha jadi pintar...belajar belajar....wong bodoh kok harap kaya...da kaya toh ditipui orang laen...

n itu yah yg diajari agama u menghina agama orang lain...semua orang menganggap pendapatnya itu bener dan berusaha membuat tembok pertahanan untuk pendapatnya...jadi jangan coba2 memaksakan pendapat mu ke oranglain kalau agama mu bener...apalagi menghina agama lain..itu hanya memperburuk image agamamu...sadar kah kau? jadi lah contoh yang baik...kali aja agama lain tertarik dengan sikap dan tingkahlaku mu...

Irsyad Purbha said...

Kitalah yang sering meninggalkan Allah.. Allah tidak pernah sedetikpun meninggalkan kita..

Gamm Agam said...

itu kan perumpamaan... supaya kita lebih mudah memahami.. walah walah............

Rafi 7-1 92 said...

AKULAH PARA PENCARIMU YA ALLAH

ayip said...

betul-betul,,,,coba deh baca bab ketauhidan, Tidak akan ada akal seorang manusia yang mampu menjawab jika selalu mempertanyakan Tuhan. karena Kita yakin bukan dari pikiran tapi dari Lubuk Hati,,,yang d bawah ojo jotos2an ya

irawan said...

banyak orang yang menganggap Tuhan tdk ada krn dirinya selalu ada dlm penderitaan,,namun 1 hal yang harus dipercaya sekalipun kita dlm penderitaan Tuhan senantiasa ada menyertai kita, buktinya sekalipun kita menderita tapi kita masih bisa bernafas dan merasakan udara segar

Aziz Tristan said...

. . .

Adam said...

Bego bangeeed sich loe jadi orang... ??? Kan ini perumpamaan buat orang-orang bego yang perlu dikasih contoh untuk ngejelasinnya... !!!

Arya said...

akh..........tuhan g bakaln ngasih ama orng yg g mw minta..........

Agustina muhammad said...

mungkin persepsinya bukan menyamakan tukang tukang cukur dg tuhan,tapi bagaimana org yg brewok tdk datang ketukang cukur utk membersihkan dirinya, memperindah rambutnya ,datang ketukang cukur,mungkin agk sama dg manusia yg hina dan kotor utk dtng kpd tuhan utk membersihkan drnya dari kotor.atau dr dosa

Leibstandarte Adolf Hitler said...

klo kamu nuduh agama orang lain mengajarkan untuk "menghina agama orang lain" berarti apa bedanya??buruk sangka ama orang lain = kamu munafik donk..

Huzeini_kc said...

bukan kah tuhan tidak untuk di perdebat kan,.....???

Thopha Aqeela said...

haha ... bgs3x

Ardi Syepi Maryadi said...

keren ,,, cerita ane sedikit menyimpang ,, tp ttp satu tema... you"r my inspiration !!!"

Gusti Setiadin said...

Sekedar memberi sudut pandang yang beda dan meluruskan.

Sebenarnya Tuhan tidak memberi kesenangan ataupun kesusahan. Melainkan Tuhan hanya memberikan "cobaan". Baik cobaan itu berupa kekayaan ataupun kemiskinan itulah kebijaksanaan Tuhan. Barang siapa senantiasa di jalan Tuhan apapun cobaannya, maka dialah orang yang lebih mulia di sisi Tuhannya.

Jika manusia menginginkan sesuatu, "Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai mereka berusaha mengubah nasib mereka sendiri". Jangan lupa berdoa karena apapun usahamu, izin dan kekuasaan ada di tangan Tuhan.

Yang perlu manusia tahu adalah, Tuhan memberikan cobaan bukan untuk menyakiti maupun memanjakan umatnya, melainkan untuk mengukur seberapa mulianya manusia di sisi Tuhan.

Jika masih ada orang yang menganggap Tuhan tak menyayangi manusia seharusnya dia tak hidup, karena tiap hembus nafas manusia adalah nikmat dan bukti kasih sayang Tuhan. Dan Tuhan punya hak untuk mencabut nyawa kita kapanpun Tuhan mau, karena Tubuh kita bahkan Jiwa kita adalah milik Sang Maha Pencipta: ALLOH SUBHANAHU WATAALA.

Bagi yang punya paham beda, "lakum dinukum waliadin(agamamu untukmu, agamaku untuku)" kita saling menghormati.

Gusti Setiadin said...

siapa bilang? Alloh menghendaki semua yang dikehendakiNya. Sekalipun orang itu ga mw minta, kalo Tuhan sudah berkehendak maka segalanya akan terjadi

Clever Sakhura Haruno said...

edn ya tukg cukur ny

Ken said...

yang edan yang dicukur

yg brewok tu emank salah gk datang ke tukang cukur

yg menderita di bumi ni bukan org yg salah,
mreka dtng ama Tuhan,
tp ttp aja menderita
sebaliknya,
yg gk dtng ke Tuhan malah hidup enak,
contohnya koruptor

Gumet GumGum said...

Yg jadi tukang cukur pasti malu tuhh.. wahhaha..

Dian Riandini said...

percaya gak semakin orang mendapat cobaan atau ujian dari Allah krn Allah sayang dan klw kita menerimanya maka akan mendapatkan drajad tertinggi di hadapan Allah

Dejavailand said...

tukang cukur otaknya stara si  patrick tuh

Guest said...

wah jdi maluuuu sayaa/;

Titis_dewi44 said...

Ya Allah selalu yakinkan Hambamu ini.................................

Orang cantik said...

kenapa malu?
emang kamu tukang cukurnya ya....
wwkwkwkwkwkwk

Anonymous said...

Ni org salah satux yg ga percaya Tuhan ada, krna ga ngerti perumpamaan...

Susah ngomong sama org kyak gini.

Post a Comment